Jakarta, 6 Agustus 2026 — Program SERASI (Sehari Bersama Santri) kembali menghadirkan ruang kebahagiaan bagi para santri melalui pengalaman yang berbeda dari keseharian mereka di lingkungan pesantren.
Bagi Jalan Langit Foundation (JLF), program SERASI bukan sekadar perjalanan wisata atau agenda rekreasi. Program ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada para santri untuk mendapatkan pengalaman baru, memperluas wawasan di luar lingkungan pesantren, sekaligus menciptakan kenangan indah yang dapat mereka bawa pulang.
Sebanyak 80 santri mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di Dunia Fantasi (Dufan) dan SeaWorld Jakarta. Sejak pagi, antusiasme telah terasa dalam perjalanan menuju lokasi. Keceriaan semakin terlihat ketika para santri mulai mengeksplorasi berbagai wahana dalam kelompok-kelompok kecil.
Berbagai pengalaman menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Mulai dari keberanian mencoba wahana permainan untuk pertama kalinya, berbagi tawa dan kegembiraan bersama teman-teman, hingga menikmati pengalaman edukatif dengan melihat beragam biota laut di SeaWorld.
Lebih dari sekadar hiburan, momen-momen tersebut menjadi kesempatan bagi para santri untuk menikmati masa muda mereka dalam suasana yang penuh kebersamaan dan kepedulian.
Selama kegiatan berlangsung, para santri mendapatkan pendampingan dari tim JLF bersama para mitra yang turut mendukung pelaksanaan program. Kebersamaan kemudian ditutup dengan makan bersama dan pembagian bingkisan sederhana sebagai merchandise kenang-kenangan.
Senyum lebar dan rasa terima kasih yang disampaikan para santri menjadi salah satu momen paling berkesan dari perjalanan ini. Bagi JLF, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sederhana dapat menghadirkan dampak yang mendalam, terutama ketika diberikan melalui kepedulian dan kebersamaan.
Melalui SERASI, JLF berharap dapat terus menghadirkan ruang bagi para santri untuk belajar, bermain, dan menikmati pengalaman baru, sekaligus merasakan bahwa ada banyak pihak yang peduli dan berjalan bersama mereka.
“Karena setiap anak berhak memiliki cerita indah untuk dikenang.”
